kesalahan yang sering dilakukan seorang native speaker

Kesalahan Yang Sering diLakukan Seorang Native Speaker

Tak ada manusia yang luput dari kesalahan. Pernah dengar quote barusan? Quote barusan menandakan bahwa didunia ini tidak ada yang sempurna. Bahkan seorang magician sekelas Demian Aditya yang terkenal dengan kata-kata penutupnya “sempurna” pun pernah melakukan kesalahan. Jadi buat kamu yang sedang berusaha menjadi seorang native speaker, kamu tidak perlu minder. Karena ternyata seorang native speakerpun sering melakukan kesalahan.

Diungkapkan oleh Chia Suan Chong, seorang pelatih berkomunikasi antar budaya yang berpusat di inggris mengungkapkan bahwa banyak native speaker yang senang karena Bahasa inggris telah menjadi Bahasa dunia. Jadi mereka merasa bahwa mereka tidak harus bersusah payah menghabiskan banyak waktu untuk menguasai atau belajar Bahasa dunia lagi.

Pernah terjadi ketika dalam suatu perusahaan, seorang native speaker mengirimkan email ke koleganya dengan menggunakan Bahasa inggris. Namun ternyata di situ sang kolega bingung dengan salah satu isi pesan yang dikirimkan oleh staf perusahaan. Dan ternyata setelah dicari di kamus, kolega tersebut menemukan bahwa kata yang tercantum dalam email tersebut menggunakan arti yang salah. Sehingga terjadilah kesalahpahaman.

Hal senada diungkapkan oleh Professor Jennifer Jenkins, bahwa pada umumnya seorang native speaker itu tidaklah terlalu pintar dalam menyesuaikan diri dengan variasi Bahasa. Dan mereka umumnya juga monolingual. Beberapa native speaker yang mampu berbicara dengan cepat terkadang juga tak mampu dipahami oleh lawan bicara mereka secara umum.

Berbeda dengan seorang native speaker yang memang benar – benar mempelajari Bahasa inggris dan lebih berhati – hati untuk memilih kata – kata yang tepat untuk disampaikan ke lawan bicaranya. Bahasa mereka lebih mudah untuk dipahami. Apalagi dengan penambahan mimic wajah.

Nah berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan seorang native speaker.

Penggunaan Could Care Less

Contoh :

  • I met a boy! (saya bertemu cowok!)
  • I could care less (bodo amat!)

Sedikit perhatian dari kata could care less. Ketika diartikan kata per kata, could berarti dapat, care berarti perhatian, less berarti sedikit. Dan ketika disambungkan maka akan berbunyi “saya bisa punya perhatian sedikit”.

Jadi pernyataan yang tepat untuk contoh diatas adalah “I could’nt care less” yang ketika diartikan menjadi “saya tidak bisa mempunyai perhatian sedikit” atau dalam Bahasa lebih simple yang sering di ucapkan adalah “bodo amat” atau “emang gue pikirin”

Affect dan Effect

Contoh :

  • The effect of eating old chicken is diarrhea (efek dari memakan ayam basi adalah diare)
  • Eating bad chicken doesn’t affect me (makan ayam basi tidak berpengaruh untuk saya)

Pada contoh diatas kata “effect” adalah noun atau kata benda dan “affect” adalah verb atau kata kerja. Dalam pengucapannya seringkali banyak yang tertukar.

Good dan Well

Contoh :

  • No matter how good I do on something (tidak peduli seberapa baik saya melakukan sesuatu)
  • I have a good brain (Saya mempunyai otak yang pintar)

Kedua contoh di atas adalah petikan dari pidato Donald Trump. Contoh yang pertama adalah contoh yang salah untuk penggunaan kata “good”. Sedangkan contoh yang kedua adalah contoh yang benar.

Tuh kan.. sekelas Donald Trump saja masih bisa melakukan kesalahan. Padahal bisa dikatakan bahwa dia itu orang nomer satu di dunia. Jadi buat kamu yang sendang proses belajar Bahasa inggris, jangan patah semangat. Yakinkan diri kamu bahwa kamu bisa berbicara Bahasa inggris dengan lebih baik mengalahkan Donald trump.

O?, kembali ke contoh.

Pada contoh pertama penggunaan kata “good” disini kurang tepat. Dan yang lebih tepat adalah kata “well”. Mengapa? Karana kata good disana fungsinya menjelaskan mengenai kata kerja “do” pada “I do something”. Bagaimana cara dia melakukan hal tersebut? Dia melakukannya dengan baik. Jadi kata yang tepat adalah kata well bukan good.

Untuk contoh yang kedua, brain atau otak merupakan noun atau kata benda. Jadi contoh kedua diatas sudah benar karena fungsi good disana menjelaskan lebih lanjut mengenai brain atau kata benda yang ada setelah kata good.

Itulah 3 contoh kesalahan yang sering dilakukan seorang native speaker. Jadi sekali lagi HEC 1 ingatkan, bahwa kamu jangan takut salah ketika menggunakan Bahasa inggris dalam keseharian kamu. Jangan terlalu banyak mikir. Ngomong saja langsung. Karena ketika kamu membiasakan diri ngomong Bahasa inggris, maka lama kelamaan lidah kamu akan terbiasa dan tertata sendiri semakin baik dan semakin baik.


Khusus untuk kamu yang ingin belajar bahasa inggris secara intens di Kampung Inggris pare, informasi lebih lengkap silakan klik foto di bawah ini.

Informasi Kampung Inggris Pare
Informasi Program HEC 1 PARE, KLIK DISINI

Yuk Follow Sosial Media HEC 1 PARE

facebook kampung inggris pareg+ kampung inggris paretwitter kampung inggris pare

 

 

 

Comments

comments

<

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember meLost your password?

    Don't have account. Register

    Lost Password

    Register

    Info Paket, Konsultasi dan Pendaftaran. Klik disini ( WA )